Industri Bebek Indonesia, Pasar Raksasa dengan Supply Imut Imut

Prospek Usaha peternakan itik adalah salah satu prospek bisnis yang paling menjanjikan dengan tingkat risiko menengah di Indonesia,  Berikut menurut kutipan jurnal kelayakan bisnis yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia: “Dalam rangka memberikan referensi untuk Investor dan Perbankan, Bank Indonesia telah secara resmi menerbitkan jurnal kelayakan bisnis bebek untuk meningkatkan pembiayaan bagi UMKM dan memberikan informasi dan pengetahuan bagi UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya”, ini dapat diakses melalui internet di alamat www.bi.go.id atau kelayakan ternak bebek http://www.bi.go.id/ id / umkm / kelayakan / pola-pembiayaan / peternakan / Dokumen / d8e637a24b0848afb45fa2af353868b6Bebek.pdf

Industri Daging Bebek Di Indonesia

Sejak Larangan Impor Daging Bebek Peking oleh Pemerintah Republik Indonesia, ini merupakan kesempatan besar bagi peternak lokal untuk mengambil peluang yang sangat luas untuk merebut pasar. Sayangnya, peluang itu tidak bisa dimanfaatkan. karena keterbatasan modal, pengetahuan profesional dan sumber daya manajemen ternak, sementara itu pasar sulit untuk mendapatkan produk karena kelangkaan dan terbatasnya pasokan

Dua Perusahaan Ternak raksasa di Indonesia, Charoen Pokphand dan Malindo tbk, praktis tidak dapat memonopoli pasar yang ada. Siapa pun yang saat ini memutuskan untuk tumbuh, dengan memanfaatkan momentum yang ada, mereka akan dapat menyelesaikan dan bersaing dengan pesaing mereka yang ada dengan pangsa pasar yang sangat luas.

Asumsi Keuangan:

Ada beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi rasio untung dan rugi secara operasional yang meliputi:

Margin Laba Bersih dapat mencapai 15,7% per periode panen (45 hari) “ada 7 kali periode panen per tahun”, Jika faktor kematian tidak melebihi 10% dengan biaya pakan per Rp6.500kg, jika kedua faktor dipertahankan, maka margin keuntungan bisa dimaksimalkan
Keseragaman berat badan pada usia panen – integritas genetik parental adalah faktor penting yang mempengaruhi hasil panen, i Rasio Konversi UPakan (FCR) meningkat lebih dari 1; 1.7, semakin lama masa panen akan meningkatkan biaya pakan (COGS)
Laba atau Nilai Kerugian dipengaruhi oleh kecukupan rasio modal

Risiko

Angka Kematian / Angka kematian di atas 10% dari populasi dapat menyebabkan kerugian hingga 0,64% dari modal, sementara kematian mencapai 30% yang menyebabkan kerugian hingga 13,1%.
Gangguan pihak eksternal serta keluhan masyarakat sekitar tambak harus dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi, hubungan yang baik dan kelengkapan izin operasi tambak perlu diperhatikan sebelum dimulainya operasi.

Manning (1: 2000 & 1: 20000)

1 orang dapat memelihara 2.000 kepala, dan 1 pengawas gudang bertanggung jawab atas 20.000 kepala populasi dengan metode peternakan tradisional

Ingin mencoba memulai pertanian Anda sendiri? download disini Biaya kalkulator produksi untuk referensi Anda  COP untuk Grower

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Chat dengan Kami